Holiday

Liburanku ke Sabang Bersama Keluarga

 


Akhir tahun 2019 menjadi liburan yang sangat berkesan bagi keluargaku. Saat itu, aku, suami, dan dua anak kami memutuskan untuk berlibur ke Sabang. Kami sudah lama ingin pergi ke sana karena sering mendengar bahwa Sabang memiliki pantai yang indah dan suasana yang tenang.

Pagi itu kami berangkat dari Banda Aceh menuju pelabuhan Ulee Lheue. Kami naik kapal ferry menuju Pulau Weh. Perjalanan di laut memakan waktu sekitar dua jam. Anak-anak tampak sangat senang karena ini adalah pertama kalinya mereka naik kapal besar. Angin laut berhembus lembut dan ombak bergulung pelan, membuat suasana terasa menyenangkan.

Setibanya di pelabuhan Balohan, Sabang, kami langsung mencari tempat untuk menyewa kendaraan. Akhirnya kami menyewa dua motor untuk dua hari dengan harga seratus ribu rupiah per motor. Setelah itu, kami memutuskan untuk langsung pergi ke Tugu Nol Kilometer, tempat terkenal yang menjadi simbol ujung barat Indonesia.

Perjalanan menuju tugu ternyata cukup jauh dan berkelok-kelok. Awalnya kami masih bersemangat, tetapi lama-kelamaan kami mulai merasa lelah dan bingung karena tugu itu belum juga terlihat. Kami hampir saja memutuskan untuk berbalik arah. Namun, putri kami berkata, “Coba kita jalan sedikit lagi, jangan putar dulu.” Kami pun menuruti sarannya, dan benar saja, tak lama kemudian kami tiba di Tugu Nol Kilometer!

Kami merasa sangat senang dan lega. Pemandangan di sana sungguh indah. Laut biru membentang luas di bawah tebing, dan angin laut bertiup sejuk. Kami berfoto bersama di depan tugu sebagai kenang-kenangan. Rasanya bangga sekali bisa berdiri di titik paling barat Indonesia.

Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan, kami kembali ke kota Sabang untuk mencari penginapan. Kami menemukan penginapan sederhana namun bersih dan nyaman, dengan harga yang lumayan murah. Malam harinya, kami berjalan-jalan di sekitar kota, menikmati suasana malam yang tenang. Kami juga mencoba mie jalak, makanan khas Sabang yang rasanya enak sekali.

Keesokan harinya, kami pergi ke Pantai Iboih, karena anak kami ingin sekali mencoba snorkeling. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Jalan menuju pantai berkelok, tapi pemandangannya indah sekali. Sesampainya di sana, kami langsung terpesona melihat air lautnya yang sangat jernih.

Kami menyewa peralatan snorkeling dan perahu kecil untuk menyeberang ke tempat snorkeling. Anak-anak tampak sangat gembira melihat ikan-ikan kecil berwarna-warni di dalam air. Mereka terus tertawa dan memanggil kami setiap kali melihat sesuatu yang menarik. Aku dan suamiku juga ikut menikmati keindahan bawah laut yang begitu mempesona.

Setelah puas snorkeling, kami segera bersiap pulang karena takut ketinggalan kapal yang akan membawa kami kembali ke Banda Aceh. Kami buru-buru mengembalikan motor sewaan dan bergegas menuju pelabuhan. Untung saja kami tiba tepat waktu!

Dalam perjalanan pulang, aku melihat laut yang perlahan menjauh dari pandangan. Rasanya campur aduk antara lelah dan bahagia. Liburan ke Sabang benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kami tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan kebersamaan yang membuat hati hangat.

Itulah liburanku yang paling berkesan bersama suami dan kedua anakku. Semoga suatu hari nanti kami bisa kembali lagi ke Sabang dan mengulang kenangan indah itu.





Komentar

Posting Komentar